This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 06 September 2013

Budaya Indonesia yang Hampir Punah

Seiring dengan perkembangan Zaman, budaya Indonesia semakin dilupakan oleh warga Indonesia sendiri karena terpengaruh oleh budaya Barat dan banyak sekali technology yang semakin maju / sangat canggih. karena itu Indonesia telah hampir punah budayanya dan akhir - akhir belakangan ini banyak negara yang mengakui budaya Indonesia sebut saja mereka itu maling budaya indonesia. Oleh karena kita sendiri hal tersebut terjadi, maka kita harus menjaganya dan merawatnya agar para pahlawan yang membebaskan negara ini bisa bangga sama kita. Moral-moral budaya indonesia semakin terkikis oleh perkembangan zaman, Sifat Indonesia tidak seperti yang dulu pada zaman nenek moyang (Pahlawan) kita. sifat yang dulu saling membantu dan saling mengasihi kini mengganti perubahan yang sangat derastis yaitu yang dulunya saling membantu kini menjadi benci-membenci dan yang dulu saling mengasihi kini menjadi Iri hati. dan banyak sekarang anak-anak muda yang terkena kasus Narkoba atau kehamilan diluar nikah.
Indonesia yang dulu bukan yang sekarang lagi naik daunnya para pemimpin negara Indonesia yang KORUPSI / KORUPTOR dan jika dipenjara para KORUPTOR tersebut tidak dipotong tangan apalagi di penggal kepalanya seperti di negara-negara yang maju, Tapi di Indonesia justru sangat-sangat menyenangkan  bagi para KORUPTOR yaitu dipotong masa tahanannya, Sangat terbalik negara-negara maju dengan Indonesia dan ada sedikit cerita tentang dimana keadilan yang benar/tepat di Indonesia yaitu ada seorang nenek yang mencuri singkong untuk dimakan karena kehidupannya sangat miskin dipenjara kurang lebih 5 tahun dan di denda 1 juta, akan tetapi para KORUPTOR yang mengambil uang rakyat yang termasuk seorang nenek tadi, di Indonesia dipenjara kurang lebih 10 tahun , kenapa Indonesia meniru kebiasaan orang barat yang tidak baik dan tidak meniru kebiasaan yang baik dari negara-negara maju seperti : Jepang, Inggris, Amerika dll.
Cara mengatasi agar Budaya Indonesia tidak di ambil oleh negara :
  1. Jangan terlalu mengikuti perkembangan zaman yang semakin gila ini (mengikuti perkembangannya boleh-boleh saja asalkan jangan terlalu berlebihan)
  2. Jika tidak tahu seperti apa macam-macam Budaya indonesia itu,, mengertilah budaya Indonesia mulai sekarang
  3. Hindari sifat yang Egois atau terlalu mementingkan dirimu sendiri
  4. Jadilah orang yang seperti Pahlawan kita
  5. Jika ada seorang yang ingin mengajak anda untuk berbuat yang tidak baik (merusak moral Indonesia) maka jangan pernah mengikuti dia sedikit pun.
Jadilah Remaja yang Bersih dari Narkoba karena Narkoba bisa membuat kita kehilangan semuanya atau yang paling penting adalah Cita-cita. Jadilah penerus bangsa yang kreatif.

Candi Baru Ditemukan di Jatinom Klaten




dok.timlo.net/indratno eprilianto
dok.timlo.net/indratno eprilianto
Batu candi jaman Hindu ditemukan warga di wilayah Jatinom, Klaten.
Klaten – Warga Dukuh Meleman, Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten menemukan rangkaian batu candi di lahan pertanian desa setempat.
Informasi yang dihimpun Timlo.net, Kamis (19/1), struktur batu candi ini kali pertama ditemukan oleh Margono (44) warga Dukuh Meleman, Desa Gedaren pada Rabu (11/1) sepekan lalu sekitar pukul 09.00 WIB.
Bersama kedua pegawainya, saat itu Margono hendak menggali tanah bekas sawah milik Wiyono warga setempat. Ia menggali ingin mencari tanah liat untuk membuat batu bata.
Saat menggali dikedalaman satu meter, tiba-tiba cangkul Margono terbentur benda keras. Setelah digali, ia terkejut benda tersebut ternyata struktur batu candi yang diduga peninggalan Jaman Hindu.
Margono menjelaskan penemuan candi itu di dua lokasi. Lokasi pertama ditemukan beberapa batu candi.  Sedangkan lokasi kedua di sisi selatan berupa bongkahan batu yang diperkirakan juga merupakan struktur candi.
“Setelah menemukan itu kemudian saya laporkan ke Pemerintah Desa Gedaren yang dilanjutkan ke polisi,” ujar Margono.
Kepala Desa Gedaren, Sunarto menjelaskan, pada Selasa (17/1) lalu pihak kepolisian sudah memasang garis polisi di lokasi penemuan.
Atas penemuan itu, pihaknya berharap ada tindak lanjut dari yang berwenang.  “Kalau memang diijinkan dari yang berwenang maka ke depan akan dibuat daerah wisata, ujarnya.
Menurut Kades Sunarto, dari cerita masyarakat jaman dulu, kawasan Dukuh Meleman memang banyak candi. Untuk itu masyarakat lebih mengenal Dukuh Meleman dengan sebutan Dukuh Candi.
“Pada sepuluh tahun lalu juga pernah ditemukan batu-batu candi tapi dikembalikan lagi ke dalam tanah. Memang banyak situs-situs candi hanya saja titik-titiknya tidak hafal,” imbuhnya.

MARI KITA LESTARIKAN PENINGGALAN PURBAKALA DI KLATEN

 

 

Wisata Peninggalan Sejarah Klaten

 
 
 
 
 
 
1 Votes

OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA BUDAYA (PENINGGALAN SEJARAH)
DI KABUPATEN KLATEN

Di samping kaya dengan potensi wisata ziarah, Kabupaten Klaten juga memiliki potensi wisata budaya, khususnya yang berkaitan dengan peninggalan-peninggalan nenek moyang seperti candi, kesenian (seni pertunjukan) dan seni kerajinan. Beberapa peninggalan yang berupa candi antara lain adalah Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Sojiwan, Candi Plaosan, Candi Asu dan sebagainya. Di samping peninggalan sejarah yang berupa candi juga terdapat beberapa peninggalan yang berupa aset seni budaya baik seni kerajinan maupun seni pertunjukan.
2. Candi Plaosan (Lor), dan Candi Plaosan Kidul, Prambanan, Klaten
3. Candi Sewu, Prambanan, Klaten
4. Candi Lumbung, Prambanan, Klaten
5. Candi Sojiwan, Prambanan, Klaten
6. Candi Asu, Prambanan, Klaten
7. Candi Merak, Karangnongko, Klaten

1. Candi Bubrah

Candi Bubrah merupakan candi Budha yang dibagun di akhir abad ke-9, yang identik dengan Candi Sewu.


2.Candi Plaosan (Lor) dan Candi Plaosan Kidul
CANDI PLAOSAN terletak di Dukuh Plaosan Desa Bugisan Kecamatan Prambanan kira-kira 1 km ke arah timur dari candi Sewu. Candi Budha ini terdiri atas dua candi utama yang terletak berdampingan, masing-masing mempunyai landasan dasar sendiri. Candi yang terletak di sebelah kiri dinamakan Candi Plaosan Lor dan candi yang terletak di sebelah kanan dinamakan candi Plaosan Kidul.
Relief ukiran yang terletak di bagian selatan candi menggambarkan tentang laki-laki dan candi yang lain menggambarkan tentang wanita. Keistimewaan lain dari candi ini adalah terdiri dari candi 58 Perwata dan hampir 200 bentuk stupa, struktur bertingkat dua dengan jendela dan pintu besar ada banyak patung Bodhis di bagian luar kuil
Setiap candi mempunyai 6 ruangan yang terbagi dalam 2 tingkat. Di ruangan di lantai bawah terdapat patung Buddha yang terbuat dari tembaga, tetapi sekarang sudah hilang, yang dikelilingi oleh dua patung Bodhisattva. Relief di tembok menggambarkan pemberian. Relief dan benda yang disucikan berada di lantai atas.
Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor terdiri dari dua candi utama dengan tinggi 21 meter. Panjang tembok yang mengelilingi candi sepanjang 50 meter dan lebar 14 meter. di tembok ini terdapat gambar Bodhisattva, Kinnara dan beberapa dewa perempuan

Candi Plaosan Kidul
Candi Plaosan Kidul terdiri dari dua bangunan utama. Sebagian dari Kala Makara didekorasi dengan antefixe dan pintu masuk, yang dihiasi dengan motif tumbuh-tumbuhan.













3. Candi Sewu,
Terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan Kecamatan Prambanan. Jarak dari kota Klaten ± 15 km kearah barat. Candi ini terdiri dari sebuah candi induk yang diapit oleh candi Perwara yang berjumlah 240 buah dan candi Apit 8 buah. Karena jumlah candi tersebut cukup banyak maka disebut candi Sewu. Candi ini didirikan pada abad IX oleh salah seorang penganut agama Budha Maha Yana Luas Candi 14.059.488 m2 Fungsi sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah Pengunjung rata rata ± 2.000 orang tiap bulan.
4. Candi Lumbung,
Terletak di Dukuh Tlogo, Desa Tlogo Kecamatan Prambanan. Jarak dari kota Klaten ± 15 km kearah barat. Candi Lumbung terdiri dari sebuah candi induk yang dikelilingi oleh 16 candi Perwara. Candi induk ini menghadap ke timur, berkamar kosong dan atapnya berbentuk Stupa. Luas areal candi 545,35 m2 Fungsi sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah Pengunjung rata rata ± 2.000 orang tiap bulan

5. Candi Sojiwan,
di Dk. Banjarsari Ds. Kebondalem Kidul Kec. Prambanan Klaten, Candi Sojiwan yang merupakan candi yang dibangun oleh raja penganut agama Budha pada abad ke-IX dan berada di area seluas 401,312 m2. bagian atap candi sudah runtuh, sedangkan bagian dinding kaki candi dihiasi relief cerita Jetaka yang diambil dari kisah Kamandoko yang menceritakan tentang binatang yang mengandung nilai-nilai filsafat. Candi induk menghadap ke arah barat.


6. Candi Asu,
Letaknya di Dk. Bener Ds. Bugisan Kec. Prambanan Klaten, Candi Asu yang terletak di luar komplek Taman Wisata Prambanan kurang lebih berjarak 1 km dari komplek Taman Wisata Prambanan dan berada di dekat perumahan penduduk. Bentuk candi saat ini terkesan berserakan namun telah dilindungi oleh pagar.

6. Candi Merak,
Letaknya di Dukuh Candi, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Luas kompleks candi Merak sekitar 2.000 m2’Candi Merak terdiri dari satu candi induk yang menghadap ke timur dan 3 candi perwara yang menghadap ke barat ke arah candi induk. Candi induk berbentuk bujursangkar dengan ukuran 8,38 x 8,38 m. Penampil candi berukuran panjang 155 cm dan lebar 160 cm. Pipi tanggan berukuran panjang 230 cm dan lebar 252 cm, Candi Merak merupakan bangunan candi yang bersifat Hindu. Hal ini dapat dilihat dari Lingga Yoni yang berada di dalam bilik candi utama. Selain Lingga Yoni terdapat pula arca Durga yang menempati relung utara dan Ganesha yang berada di relung barat.




NASIONAL

SMK Petrus Kanisius Juara Festival Ketoprak Pelajar Klaten

Minggu, 01 September 2013 | 14:27 WIB
MI/Djoko Sardjono/fz
TERKAIT

Metrotvnews.com, Klaten: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Petrus Kanisius keluar sebagai juara I Festival Ketoprak Pelajar Klaten 2013.

Festival Ketoprak Pelajar ke-4 tahun ini digelar di Gedung Sekolah Dasar (SD) Kristen 3 Klaten, Jawa Tengah, pada 30-31 Agustus. Festival diikuti oleh 12 SMA dan SMK) se-Kabupaten Klaten.

Sementara itu, juara II diraih oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Klaten dan juara III SMKN 1 Gantiwarno. Juara harapan diduduki I SMK Swadaya, harapan II SMAN 1 Klaten, dan juara harapan III SMK Wasis Jogonalan.

Pengumuman pemenang Festival Ketoprak Pelajar itu dibacakan oleh Ketua Dewan Juri Ki Bondan Nusantara didampingi anggota Ki ST Wiyono dan Ari Purnomo.

"Kami memberikan apresiasi kepada pelajar SMA/SMK Klaten. Mereka bermain ketoprak sangat bagus. Ketoprak pelajar ini bisa jadi unggulan di Surakarta," kata Wiyono.

Festival Ketoprak Pelajar, kata Ketua Panitia Kristian Apriyanta, bertujuan memotivasi dan menguatkan proses regenerasi seni budaya Jawa. Selain itu, juga untuk menciptakan media pendidikan karakter siswa melalui seni ketoprak dan memberikan wadah bagi apresiasi seni teater tradisional di kalangan generasi muda. (Djoko Sardjono)